Forum Jihad Al-Tawbah

menghadirkan
:: Terjemahan Bahasa Indonesia ::
Pesan Audio Amir Tandzim Jihad Al-Qaidah Jazirah Arab
Abu Bashir Nashir Al-Wuhaisyi
“Semoga Allah menjaganya”
Berjudul
[[:: Kepada Keluarga Kami di Selatan ::]]
Segala puji bagi Allah, penolong bagi orang-orang sholih dan tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang dzalim. Dan akhir kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Sholawat serta salam kepada Nabi yang jujur lagi terpercaya, keluarganya, dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du…
Sesungguhnya apa yang sedang terjadi di Lahija, Dhola’, Abyan, Ta’z, Hadramaut serta lainnya dari kedzaliman dan pengusiran dari negeri dimana hal tersebut tidak dikehendaki dan diterima oleh manusia dan sudah menjadi ketetapan bagi kami untuk membela mereka, menguatkan, menasehati, dan menyokong mereka.
Wahai jiwa yang merdeka, yang melakukan perlawanan terhadap kedzaliman dan pemaksaan ini yang di timpakan kepada penduduk Yaman dan Jazirah Arab secara keseluruhan. Apa yang menjadi tuntutan kalian adalah hak yang diberikan Islam kepada kalian yang harus dibela, sesuai dengan naluri jiwa yang tidak rela dengan kedzaliman. Dan telah kalian ketahui bahwa dengan perlawanan kalian tersebut penjajah Inggris mulai keluar dari Yaman.
Sesungguhnya kalian hanya meminta keadilan, yang memang tidak diberikan kepada kalian oleh orang yang dzalim dan ketika kalian menuntut kepadanya maka dia bahkan memberikan penindasan yang hebat dengan berbagai cara untuk membungkam tuntutan keadilan kalian sedangkan kalian tidak berupaya memisahkan diri untuk mengangkat kedzaliman ini.
Bersatu dan berjamaah atas dasar Islam, keadilan dan keamanan adalah kewajiban syar’I serta hak bagi setiap muslim maka janganlah membiasakan diri atas nama perdamaian dan persatuan terhadap kedzaliman, penindasan dan kesewenang-wenangan ini, karena barangsiapa yang melakukannya atas dasar ini maka merekalah penyeru Nasionalisme dimana pada suatu saat apa yang telah diperbuatnya tersebut hanya akan mengakibatkan kedzaliman juga.
Kami dalam tandzim Al-Qaidah mendukung sepenuhnya atas apa yang kalian lakukan dalam penolakan kalian terhadap tekanan yang dilakukan untuk melawan kalian, pertempuran kalian melawan pemerintah dan pertahanan diri yang kalian lakukan. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ((“Tolonglah saudaramu baik dalam keadaan dzalim atau terdzalimi”)). Dan kami mengajak kepada kalian agar jangan sampai melakukan apa yang telah diperbuat oleh Ikhwanul Muslimin di daerah lain, maka tidak ada resiko bagi mereka kecuali mereka terdzalimi seperti kalian ((Dan seseorang tidaklah menanggung suatu dosa yang diperbuat orang lain)) jika yang telah menjadi aturan-aturan diantara mereka tidak mereka hiraukan dan mereka berusaha untuk menghilangkan kedzaliman di Shan’a, Hadidah, dan lainnya seperti apa yang kalian usahakan maka mereka tentulah bersama kalian untuk menghadapi kedzaliman ini, mereka merasakan apa yang juga kalian rasakan akan tetapi mereka terkalahkan dengan urusan mereka sehingga mereka tidak mampu untuk membela diri mereka sendiri seperti kalian. Dan semoga apa yang kalian perbuat ini dapat menjadi pembelaan bagi mereka sehingga mereka mengikuti kalian dan semoga kalian mendapat pertolongan dari Allah untuk menuntut balas atas korban dipihak kalian. Karena kita adalah ummat yang satu, kita berkumpul atas dasar Islam dan tidak ada kemuliaan bagi kita kecuali dengannya.
Sesungguhnya kami telah berperang sejak beberapa tahun terhadap pemerintahan ini yang telah menghilangkan Syari’at, karena Allah telah memerintahkan atas yang demikian itu : “Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan agama itu semata-mata hanya milik Allah. Jika mereka berhenti maka tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang dzalim”. (QS. Al Baqarah : 193).
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kedzaliman atas diri-Nya dan menjadikannya haram diantara kita, jika kita menegakkan syari’at dan menghilangkan kedzaliman maka manusia akan bahagia dengan rasa aman, keadilan dan kemerdekaan.
Kami lebih mengetahui dari pemerintah yang selalu menerapkan kedzaliman, penindasan, kesewenang-wenangan, ancaman, pengekangan terhadap hak manusia yang biasa mereka lakukan dan membuang apa-apa selain dari itu semua.
Kami berpesan agar mereka mendukung kami dan bergabung bersama panji-panji kami untuk melawan kedzaliman yang telah diperbuat oleh pemerintah kepada kami dan mereka, serta yang juga dilakukan terhadap saudara-saudara kami di Iraq dan Palestina, karena mereka juga tidak mendapatkan keadilan bahkan meminta angkatan perang Amerika untuk membunuh anak-anak dan perempuan mereka.
Adalah Ali Abdullah Shalih seorang kafir lagi murtad, antek pemerintah yang telah menjadikan tumbal anak-anak keturunan Lahija, Shan’a, Dhola’, Ta’z, Abyan, Hadidah, Hadramaut dan wilayah-wilayah lainnya di Yaman.
Dan hari ini para diktator tersebut menggunakan berbagai macam cara untuk menjaga persatuan dan juga menerapkan kedzaliman serta merampas rasa aman dari manusia dan mencabut kemuliaan mereka, memyumbat mulut-mulut mereka, mengekang kebebasan mereka, dan mengganti aqidah mereka serta menjadikan mereka orang-orang yang miskin.
Wahai jiwa yang merdeka, sesungguhnya keadilan yang kalian dendangkan adalah juga menjadi tuntutan bagi kami dan kami sekali-kali tidak menjumpainya kecuali berhukum pada syari’at. Kalian telah mencoba menerapkan berbagai metode akan tetapi hal itu tidak mengantarkan kalian kepada kebebasan dan keadilan yang di janjikan Islam kepada kalian, karena tidak ada keadilan dan kebebasan kecuali dalam naungan Islam.
Sesungguhnya berhukum kepada syari’at dan kembali kepada aturan-aturan Allah adalah jalan keluar dari apa yang sedang menimpa kita sehingga tidak ada yang namanya penindasan, melampaui batas, kesewenang-wenangan kepada seorang pun. Kalian telah melihat kabilah-kabilah di Lembah Swat bagaimana mereka berhukum dengan syari’at Allah sehingga membuat geram para pengkhianat yang dzalim tersebut dan manusia menjadi senang dengan keadilannya, gembira dengannya, serta mendukungnya sedangkan mereka bukanlah orang Arab. Lalu bagaimana dengan kita, dimana Al Qur’an turun dengan bahasa kita.
Kalian telah mencoba hukum sosialisme dan kalian telah merasakan akibat-akbatnya dimana tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Dan demikian juga kalian telah meminum dari gelas yang sama dari kekuasaan pemerintah yang menghukumi kalian pada hari ini. Maka sudah tiba saatnya untuk berhukum kepada Islam untuk merasakan keadilan dan kebijaksanaannya.
Maka waspadalah terhadap tipuan mereka untuk yang ke sekian kalinya atau memanfaatkan usaha-usaha kalian untuk menerapkan kedzaliman dan permusuhan bagi pemerintah Ali Abdullah Shalih, seseorang yang paling busuk perangainya di antara koalisi Ahzab dengan segala bentuknya dimana ia menampakkan kepada ummat kita kecuali dengan perpecahan, pemaksaan, ketundukan kepada musuh. Adapun sebagai seorang mukmin maka tentulah tidak akan jatuh di lubang yang sama.
Sesungguhnya Islam adalah agama Allah yang menjamin bagi kita kehidupan yang mulia lagi berwibawa, dan menjadikan kita dalam naungan ummat yang satu yang tidak membeda-bedakan apakah dari Utara Jazirah, Selatan Jazirah, Nejed, dan Kuwait. Apakah dari kalangan yang berkulit putih ataupun hitam, semuanya dalam Islam adalah sama. Maka berhati-hatilah agar kesungguhan kalian tidak dimanfaatkan oleh orang selain kalian dan dipergunakan untuk kepentingannya di dalam menimpakan kedzaliman pada yang lainnya sehingga para diktator tersebut tetap berkuasa dan meneruskan kejahatannya. Sesungguhnya kami bersama kalian dan mendukung kalian untuk menolak kedzaliman ini dan kedzaliman yang telah menimpa kalian itu sekali-kali tidak akan terjadi kecuali atas ijin Allah dan bukan sebagai siksa. Adapun korban dari kaumMuslimin yang berjatuhan di jalan-jalan adalah kejahatan paling besar yang tidak ada bandingannya, dan kami akan membantu menolong kalian dengan pertolongan Allah.
((Dan orang-orang yang dzalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali))
————————————-
Jangan Lupakan Kami Dalam Doa Kebaikan Kalian